Investasi Indonesia 2025 lampaui target, penerimaan pajak tekor

Realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 berhasil melampaui target pemerintah meski penerimaan pajak mengalami shortfall atau kekurangan setoran senilai Rp271,7 triliun. Kondisi fiskal yang kontras ini mencerminkan dinamika ekonomi nasional di tengah tekanan harga komoditas global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan total realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp1.937 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp1.905 triliun. “Tahun lalu kita memang ditargetkan Rp1.905 triliun, alhamdulillah kita berhasil mencapai Rp1.937 triliun dari realisasi investasi yang sudah diterima di Indonesia,” kata Rosan dalam acara Spark at Twilight 2026 di Jakarta, Rabu (14/1).

Capaian investasi tersebut menciptakan 2,7 juta lapangan kerja dan berkontribusi sekitar 28-29 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Rosan menekankan angka tersebut merupakan investasi riil yang sudah dibelanjakan, bukan sekadar memorandum of understanding.

Penerimaan Pajak Meleset dari Target

Di sisi lain, Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak 2025 hanya terealisasi Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target APBN sebesar Rp2.189,3 triliun. Realisasi ini juga turun 0,7 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp1.931,6 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan tekanan penerimaan pajak terjadi akibat kombinasi moderasi harga komoditas, peningkatan restitusi, dan kebijakan fiskal untuk menjaga daya beli masyarakat. “Penerimaan pajak ada minus 0,7 persen. Jadi 2025 itu di bawah 2024,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (8/1).

Secara keseluruhan, defisit APBN 2025 tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap PDB, mendekati batas maksimal tiga persen yang ditetapkan undang-undang.

Bea Cukai Cetak Kinerja Positif

Berbeda dengan penerimaan pajak, sektor kepabeanan dan cukai menunjukkan kinerja positif. Bea Cukai Belawan membukukan penerimaan Rp2,103 triliun atau 199,59 persen dari target, ditopang lonjakan bea keluar komoditas crude palm oil (CPO) dan produk turunannya. Kanwil Bea Cukai Bali Nusra juga melampaui target dengan realisasi Rp2.307,23 miliar atau 144,43 persen dari target.

Secara nasional, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target, sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru melampaui target dengan realisasi Rp534,1 triliun atau 104 persen.

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan investasi naik menjadi Rp2.175 triliun, meningkat 14,2 persen dari target 2025.

Tag

Bagaimana pendapat Anda?

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda * wajib diisi.

Artikel Terkait